Rabu, 23 Maret 2011

INTERFACE

Disini akan dibahas mengenai INTERFACE, dimana nama lain dari ANTARMUKA ini merupakan penghubung antara dua sistem atau alat media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Dan tentunya melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat terintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

Didalam INTERFACE ini :
  • perangkat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, dan perangkat yang secara tidak langsung mengontrol perangkat lunak.
  • piranti input atau output
  • prosedur pemakaian perangkat

INTERFACE APLIKASI I/O

Ketika suatu aplikasi ingin membuka data yang ada dalam suatu disk, sebenarnya aplikasi tersebut harus dapat membedakan jenis disk apa yang akan diaksesnya. Untuk mempermudah pengaksesan, sistem operasi melakukan standarisasi cara pengaksesan pada peralatan I/O. Pendekatan inilah yang dinamakan INTERFACE APLIKASI I/O.
Selain itu, INTERFACE APLIKASI I/O melibatkan abstraksi, enkapsulasi, dan software layering. Abstraksi dilakukan dengan membagi-bagi detail peralatan-peralatan I/O ke dalam kelas-kelas yang lebih umum. Dengan adanya kelas-kelas yang umum ini, maka akan lebih mudah untuk membuat fungsi-fungsi standar(interface) untuk mengaksesnya. Lalu kemudian adanya device driver pada masing-masing peralatan I/O, berfungsi untuk enkapsulasi perbedaan-perbedaan yang ada dari masing-masing anggota kelas-kelas yang umum tadi. Device driver mengenkapsulasi tiap - tiap peralatan I/O ke dalam masing-masing 1 kelas yang umum tadi. Tujuan dari adanya lapisan device driver ini adalah untuk menyembunyikan perbedaan-perbedaan yang ada pada device controller dari subsistem I/O pada kernel. Karena hal ini, subsistem I/O dapat bersifat independen dari hardware.
Karena subsistem I/O independen dari hardware maka hal ini akan sangat menguntungkan dari segi pengembangan hardware. Tidak perlu menunggu vendor sistem operasi untuk mengeluarkan support code untuk hardware-hardware baru yang akan dikeluarkan oleh vendor hardware.


Setelah mengetahui sedikit tentang INTERFACE, berikut ini terdapat definisi INTERFACE dan kegunaannya ... mari di simak !!


INTERFACE merupakan jenis khusus dari blok yang hanya berisi method signature atau constant. selain itu, INTERFACE mendefinisikan sebuah (signature) dari sebuah kumpulan method tanpa tubuh serta mendefinisikan sebuah cara standar dan umum dalam menetapkan sifat-sifat dari
class-class. Mereka menyediakan class-class, tanpa memperhatikan lokasinya dalam hirarki class, untuk mengimplementasikan sifat-sifat yang umum ...

Mengapa memakai Interface?

menggunakan INTERFACE jika ingin class yang tidak berhubungan mengimplementasikan method yang sama. Melalui interface-interface, tentu dapat menangkap kemiripan diantara class yang tidak berhubungan tanpa membuatnya seolah - olah class yang berhubungan.

Contoh class Line dimana berisi method yang menghitung panjang dari garis dan membandingkan object Line ke object dari class yang sama. Sekarang, misalkan memiliki class yang lain yaitu MyInteger dimana berisi method yang membandingkan object MyInteger ke object dari class yang sama.

Seperti yang di lihat disini, kedua class-class mempunyai method yang mirip dimana membandingkan mereka dari object lain dalam tipe yang sama, tetapi mereka tidak berhubungan sama sekali. Supaya dapat menjalankan cara untuk memastikan bahwa dua class-class ini mengimplementasikan beberapa method dengan tanda yang sama, maka dapat menggunakan sebuah
INTERFACE untuk hal ini. Kita dapat membuat sebuah class INTERFACE, katakanlah INTERFACE Relation dimana mempunyai deklarasi method pembanding.

Adakah alasan lainnya ? ...
Untuk alasan lainnya dalam menggunakan INTERFACE pemrograman object adalah menyatakan
sebuah
INTERFACE  pemrograman object tanpa menyatakan classnya. Seperti yang dapat di lihat nanti dalam bagian INTERFACE vs class, maka akan dapat benar-benar menggunakan INTERFACE sebagai tipe data.

Akhirnya, perlu menggunakan
INTERFACE untuk pewarisan model jamak dimana
menyediakan class untuk mempunyai lebih dari satu superclass. Pewarisan jamak tidak
ditunjukkan di Java, tetapi ditunjukkan di bahasa berorientasi object lain seperti C++.


Bagaimana dengan hubungan dari Interface ke Class ... ??
 

Class dapat mengimplementasikan sebuah INTERFACE selama kode implementasi untuk semua method yang didefinisikan dalam INTERFACE tersedia. Hal lain yang perlu dicatat tentang hubungan antara INTERFACE ke class-class yaitu :

Class hanya dapat mengEXTEND SATU superclass,
tetapi
dapat mengIMPLEMENTASIkan BANYAK INTERFACE

*catatan bahwa sebuah interface bukan bagian dari hirarki pewarisan class. Class yang tidak berhubungan dapat mengimplementasikan interface yang sama


Pewarisan Antar Interface
 INTERFACE bukan bagian dari hirarki class. Bagaimanapun, INTERFACE dapat mempunyai hubungan pewarisan antara mereka sendiri. Contohnya, misalnya mempunyai dua INTERFACE StudentInterface dan PersonInterface. Jika StudentInterface meng-extend PersonInterface, maka akan mewariskan semua deklarasi method dalam PersonInterface.

---------------------------------------------------------
public interface PersonInterface {
...
}


public interface StudentInterface extends PersonInterface {
...
}

---------------------------------------------------------

Minggu, 02 Januari 2011

CONTOH APLIKASI MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

Untuk postingan ini, akan dibahas mengenai CONTOH APLIKASI MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO ..


CONTOH CONTOH aplikasi yang termasuk ke dalam Aplikasi Manajemen Proyek dan Resiko, yaitu :
  • Proyek pembuatan Website
  • Proyek pembuatan Robot
  • Proyek Pembuatan Aplikasi
  • Proyek Sofware
Dari beberapa diatas, akan dibahas salah satu contoh, dan akan pula dijelaskan contoh untuk pembuatan website mulai dari apa yang diperlukan dan bagaimana cara membangunnya  .. terutama dari mulai situs tersebut offline sampai online ...

Baiklah ...

Dalam membuat website ini, terdapat langkah yang paling utama diantaranya harus menentukan terlebih dahulu basis pemrograman apa yang akan dipakai, berikut langkah - langkahnya :
  • Menentukan bahasa pemrograman yang akan dipakai, apakah PHP ataupun ASP. Tentunya HTML bisa dikatakan suatu kewajiban, sebenarnya paket ini bisa di instal dalam satu paket aplikasi bernama xampp (apache,php,mysql).
  • Menginstal webserver offline, apache merupakan webserver yang pupoler saat ini, anda bisa memakai xampp supaya dapat mempemudah dalam instalasi. Karena dalam menginstal apache manual cukup memberikan kesulitan, terlebih untuk pengguna awam karena harus setting lainnya ...
  • Memakai website editor, bisa memakai Macromedia Dreamwever, ataupun Netbeans ataupun Notepad++.
  • Setelah itu, memulai membuat website dan memanajenya, jika menginstal xampp di drive C\xampp. maka nanti akan meletakan file-file website pada C\xampp\htdocs\NamaWeb\FileFileWeb.
Untuk membuat website sejatinya akan dibagi-bagi tugasnya, intinya tidak membuat website satu orang utnuk semua hal tentang website. Memang itu juga dimungkinkan saja, tapi dalam pembuatan website yang sangat kompleks, misalnya website yang nantinya digunakan sebagai aplikasi online juga, seperti menyediakan data dan informasi yang penting maka ke komplexan itu akan bagi bagi tugasnya. misalnya saya akan membagi kedalam beberapa kategori ...
  • Seorang programer, yaitu untuk memprogram supaya kita dapat membuat website yang handal dan juga dinamis, serta mempunyai security yang mantap.
  • Design, orang ini mempunyai tugas untuk membuat berbagai banner, misalnya banner untuk header, banner animasi video swf, banner iklan dan banner-banner lainnya yang terikat untuk keperluan website tersebut.
  • Orang yang bisa memanaje dalam mengonlinekan file-file website.

Sabtu, 23 Oktober 2010

karakteristik & aspek - aspek yang mempengaruhi manajemen proyek

karakteristik manajemen proyek

Dalam penulisan kali ini yang masih dalam manajemen proyek, akan dibahas mengenai karakteristik dari manajemen proyek itu sendiri ..
berikut adalah karakteristiknya :
di susun secara sistematik dan benar-benar terpikirkan sedemikian rupa sehingga mengurangi resiko yang ada, serta menjadikan suatu proyek tersebut bagus dan menuju ke sempurna, disini biasanya di dalam suatu manajemen proyek dan resiko terdapat suatu aturan yang mengatur yang mengorganisir sehingga menjadi teratur dan tidak berantakan, sehingga tujuan dari proyek tersebut dapat tercapai secara maksimal.

selain itu nih, terdapat juga beberapa proses fase dalam manajemen proyek ini ..
  1. Masukan
  2. Peralatan dan Teknik
  3. Output
dalam karakteristik manajemen proses tersebut, terbagi menjadi 5 kelompok yakni :
  1. Memulai
  2. Perencanaan
  3. Pelaksana
  4. Pemantauan dan Pengendalian
  5. Penutupan
terdapat pula yang disebut dengan karakteristik knowledge-area nyah, seperti berikut dibawah ini :
  1. Integrasi Manajemen Proyek
  2. Ruang Lingkup Manajemen Proyek
  3. Manajemen Waktu Proyek
  4. Manajemen Biaya Proyek
  5. Proyek Manajemen Mutu
  6. Proyek Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
  7. Manajemen Komunikasi Proyek
  8. Proyek Manajemen Resiko
  9. Proyek Manajemen Pengadaan

nah .. dari masing - masing sembilan karakter diatas, isinya mengenai proses yang harus dicapai demi mencapai program manajemen proyek yang efektif tentunya . Dari setiap prosesnya, jatuh pula kedalam salah satu dari lima kelompok manajemen proses dasar.


aspek - aspek yang mempengaruhi manajemen proyek

tak perlu berlama - lama lagy ... setelah Qta mengetahui karakteristik - karakteristik tersebut diatas, selanjutnya Qta beralih pada aspek - aspek yang mempengaruhi menajemen proyeknya ..

siap menyimak ??
lanjuuuuuuuuut ...
berikut adalah aspek - aspeknya :

aspek-aspek yang mempengaruhi manajemen proyek tersebut amatlah simple, antara lain :
  • sumber daya manusia yang kurang berkualitas, karena jika sumber daya manusia yang mengatur dan mengorganisir suatu proyek tidak dapat berkerja dengan baik satu sama lain, maka dapat dipastikan proyek tersebut tidak dapat tercapai dengan baik.
  • keadaan lingkungan, merupakan suatu keadaan dimana proyek tersebut dikerjakan, karena jika lingkungan tidak mendukung untuk suatu organisasi mengerjakan proyek, maka kinerja akan terganggu dan proyek tersebut akan mengalami kerugian.
  •  
        DAPAT DIBAYANGKAN BUKAN ???

    sumber :

    Minggu, 10 Oktober 2010

    Manajemen Proyek dan Resiko

    Pengertian Manajemen

    Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Agar proses manajemen berjalan lancar, diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid. Pada organisasi tersebut, seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian sasaran. Organisasi tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan konsep, ide-ide manajemen. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yang berhubungan erat satu sama lainnya.
    Pengertian Proyek

    Proyek merupakan suatu tugas yang perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara kongkrit serta harus diselesaikan dalam suatu periode tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan. Menurut DI Cleland dan Wr. King (1987), proyek merupakan gabungan dari berbagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Manajemen Proyek

    Manajemen proyek merupakan suatu usaha merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi, dan mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jadwal waktu dan anggaran yang telah ditetapkan.

    Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan, ‘tools and techniques’ pada aktivitas-aktivitas proyek supaya persyaratan dan kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses dari manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : ‘initiating process, planning process, executing process, controlling process dan closing process’.
    Bilamana dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka semua ‘pekerjaan yang lain’ dianggap sebagai suatu rutinitas belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak dianggap suatu proyek.

    Pengertian Resiko

    Istilah risiko memiliki banyak pengertian. Risiko bisa dihubungkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian suatu tujuan atau sasaran dari suatu organisasi.
    Ada banyak definisi tentang resiko, resiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.

    Beberapa definisi risiko menurut Vaughan adalah sebagai berikut:
    • Risk is the chance of loss (Risiko adalah peluang kerugian).
    Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
    • Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
    Istilah possibility berarti bahwa probabilitas suatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.
    • Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).
    Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
      • Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
      • Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut definisi di atas, risiko bukan probabilitas dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilitas dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.
    Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian.

    Manajemen Resiko

    Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hukum). Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).

    Contoh Manajemen Proyek dan Resiko



    Contoh manajemen proyek diantaranya adalah : membangun sebuah stadion sepak bola, megelola penelitian berskala besar, melaksanakan pembedahan transplantasi organ tubuh, memasang lintas produksi, atau berjuang mendapatkan ijazah strata satu di suatu perguruan tinggi.

    Contoh manajemen resiko diantaranya adalah :

    1. Manajement Resiko Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Mybiz 2 di Software House ABC.

    Software House ABC merupakan sebuah perusahaan pembuatan perangkat lunak yang memprioritaskan dirinya dalam pengembangan perangkat lunak produksi masal untuk keperluan perusahaan dagang, khususnya dalam hal inventory dan payroll. Salah satu proyek perangkat lunak yang sedang dikembangkan saat ini adalah MyBiz 2. Dalam proses pengembangannya, seringkali Software House ABC harus menghadapi resiko atau masalah yang sifatnya tidak terduga. Resiko yang muncul akan menghambat jalannya proses pengembangan perangkat lunak. Metode yang digunakan untuk mengatasinya selama ini bersifat reaktif atau hanya akan direncanakan jika resiko sudah benar-benar terjadi. Karenanya Software House ABC membutuhkan sebuah metode manajemen resiko khususnya untuk proyek MyBiz 2 ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak yang ada dan dilakukan melalui lima tahap yaitu tahap perencanaan manajemen resiko, tahap identifikasi resiko, tahap analisa resiko, tahap perencanaan respon resiko, dan tahap pengawasan dan kontrol resiko. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan manajemen resiko sesuai dengan metodologi yang ada pada proyek MyBiz 2. Hasil yang diharapkan dari penelitian adalah dokumentasi penerapan manajemen resiko proyek pengembangan perangkat lunak MyBiz
    2 di Software House ABC.

    2. Manajemen Resiko di Institut Teknologi Sepuluh November

    Risiko yang tidak teridentifikasi dan terkendali dapat menghambat pencapaian tujuan ITS dan mengganggu kestabilan sistem pendidikan tinggi. ITS sebagai lembaga pendidikan tinggi dan penghasil sarjana-sarjana teknik terbesar di Jawa Timur juga memiliki berbagai macam risiko. Semua kesulitan, hambatan, masalah dan ketidakpastian yang timbul akan diidentifikasi sebagai risiko yang kemudian akan dikelola dalam manajemen risiko. Selama ini belum pernah dilakukan penelitian mengenai manajemen risiko dilingkungan ITS. Untuk itu dalam penelitian ini akan dilakukan pengelolaan risiko pada bidang : Operasional Pendidikan (Akademik) dan Finansial (keuangan) yang merupakan usaha untuk mengetahui, menganalisis dan mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh efektifitas dan efisiensi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Manajemen Risiko yang bersumber dari The Australian New Zealand Risk Management Standard (AS/NZS 4360:2004) dengan elemen elemen pokok : menetapkan ruang lingkup (konteks), mengidentifikasi risiko, melakukan analisis dan evaluasi terhadap risiko untuk mendapatkan level risiko. Dari level risiko yang didapatkan, kemudian ditentukan penanganannya agar risiko dimasa mendatang dapat dikurangi dampak dan tingkat peluangnya. Terdapat 3 kejadian risiko yang berhasil diidentifikasi adalah Risiko kurangnya kualitas input mahasiswa, risiko kurangnya kualitas output mahasiswa (lulusan) dan risiko tidak disetornya dana PNBP. Risiko dengan level Extreme Risk adalah kategori untuk risiko kualitas input dan risiko dana PNBP, sedangkan risiko kualitas output termasuk kategori Medium Risk.

    3. Identifikasi dan Mitigasi Resiko berkaitan dengan total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan pendekatan Manajemen Resiko
     
    PT Unilever Indonesia, Tbk sebagai perusahaan multinasional dengan kapasitas produksi yang tinggi pertahunnya, menerapkan Total Productive Maintenance (TPM) agar dapat menjadi perusahaan kelas dunia baik dalam hal produksi, maintenance, maupun kualitas. Akan tetapi nampaknya penerapan itu belum dapat memaksimalkan efektivitas peralatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi resiko yang berkaitan dengan penerapan TPM dengan efektivitas peralatan sebagai titik utamanya. Penyebab nilai efektivitas peralatan ini akan dilihat melalui indikator kinerja (KPI) pada pilar-pilar yang diterapkan untuk mendukung penerapan TPM. Selain itu cause effect diagram juga digunakan sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi resiko dan segala penyebabnya. Setelah semua resiko teridentifikasi, akan dilakukan analisis, evaluasi, serta langkah mitigasi pada resiko tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah prioritas resiko yang perlu diwaspadai oleh perusahaan beserta langkah mitigasi yang diperlukan untuk menangani resiko tersebut. Adapun mitigasi yang dihasilkan disini adalah control, menghindari, atau mentransfer resiko tersebut.


    Sumber :

    Sumber definisi proyek dan manajemen proyek :
    Armaini Akhirson Karaini, Pengantar Manajemen Proyek, Universitas Gunadarma, Jakarta, 1994.

    Sumber definisi manajemen risiko : www.bppk.depkeu.go.id